Dewan Kukar Minta Pemerintah Atasi Kelangkaan BBM di Muara Muntai

img

Sopan Sopian

POSKOTAKALTIMNEWS.COM, KUTAI KARTANEGARA- Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite dan gas LPG 3 Kg di Kecamatan Muara Muntai, membuat sejumlah masyarakat sulit beraktivitas. Pasalnya, masyarakat Kecamatan Muara Muntai sebagian besar berprofesi sebagai nelayan, yang membutuhkan BBM untuk mengoperasikan perahu cesnya.

Kelangkaan BBM jenis pertalite tersebut, membuat harga BBM menjadi mahal, saat ini harga BBM jenis pertalite bisa mencapai Rp. 17 ribu per botol yang isinya sekitar 800 ml, sedangkan LPG 3 Kg mencapai sekitar Rp. 40 ribu.

Kelangkaan dan kenaikan tersebut, telah berlangsung dalam waktu satu pekan terakhir.

Menanggapi hal tersebut, Anggota DPRD Kukar Dapil VI Sopan Sopian mengatakan, kelangkaan BBM tersebut membuat aktivitas khususnya perekonomian masyarakat menjadi terganggu, karena 99 persen masyarakat Muara Muntai merupakan nelayan.

"Para nelayan  membutuhkan BBM untuk mengoperasikan perahunya, kalau mereka diminta untuk membeli pertamax pastinya sangat membebani, maka dari itu kenaikan ini membuat nelayan tidak mencari ikan," kata Sopan Sopian kepada Poskotakaltimnews, Jum'at (4/8/2023).

Dirinya telah berkoordinasi dengan Pertamina untuk mencari tahu penyebab kelangkaan BBM Pertalite. Namun dari koordinasi tersebut, pihak Pertamina menyarankan adanya petrashop di wilayah desa.

"Sedangkan wilayah kita ini danau, ya jelas tidak bisa. Petrashop itu untuk di daerah daratan," jelasnya

Ia menyebutkan, dari permasalahan tersebut seharusnya ada atauran yang bisa dibijaki oleh Pertamina dan pemerintah daerah, karena di Muara Muntai ini hanya ada 1 Agen Premium Minyak Solar (APMS).

"Jadi kalau ada 2 APMS, paling tidak bisa memenuhi di zonanya. Sehingga harga BBM bisa selalu stabil," tuturnya

Dirinya meminta kepada pemerintah daerah, agar dapat menyelesaikan permasalahan tersebut. Jika hal ini bisa diatur dengan baik, pastinya tidak ada terjadi kelangkaan BBM.

"Misal para nelayan itu diberi batas terhadap penggunaan atau pembelian BBM, dan hal ini perlunya pengawasan dari pemerintah daerah terhadap yang melakukan penimbunan BBM," ujarnya.

Secara terpisah, Camat Muara Muntai Murjani membenarkan, beberapa hari lalu terjadi kelangkaan BBM jenis Pertalite khususnya di desa Jantur. Akibat dari kelangkaan tersebut harga Pertalite mencapai 15-16 ribu per liter.

"Alhamdulillah saat ini sudah bisa ditangani dengan baik, dan tidak terlalu sulit. Harga normalnya disini sekitar 12-13 ribu per liter," ungkap Murjani.(riz/adv)